Kapan ya bisa ke sana ?

 

Fast Five

Oleh : Asy-Syaikh ‘Abdul-‘Adhim Al-Badawi
(Al-Ashalah nomor 18, 15 Muharram 1419)
Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau berkata kepada seorang laki-laki untuk menasihatinya :
إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].

Sarapan Roti

1) Hidup itu seperti roti. Berawal dari bagian-bagian kecil yang menyatu dengan baik. Tepung, gula, mentega, telur, ragi, dll.

2) Walaupun diaduk, diputar, diremas, dibanting… Semua itu tak merusaknya, bahkan membuatnya makin menyatu, lembut dan kalis.⌛⌛⌛⌛⌛

3) Hanya setelah bersatu dgn baik, adonan tadi bisa berkembang. Andai tepung terlalu sombong tak mau bersama ragi, ia tentu tetap jadi tepung.

4) Individu yg mau bersatu dlm sebuah tim akan berkembang bersama timnya. Yg individualiatis, akan tetap seperti ia bermula, bukan siapa-siapa.

5) Stlh mengembang, adonan dipotong, dicabik, digiling. Tapi justru proses inilah yg mbentuk individu roti jadi long john, kadet ato lainnya.

6) Ujian tak berhenti sampai di situ, roti pun selanjutnya digoreng atau dipanggang. Ditempa dengan panas malah membuatnya makin berkembang.

7) Hanya mereka yg selamat dari ujian bantingan, pemotongan dan tempaan panas yg layak dihias dgn topping yg menawan. Yg lain, dibuang.

8) Ada adonan yg tak menyatu dgn baik, gagal berkembang. Ada yg dipotong terlalu besar, tdk matang. Ada juga yg gosong dlm panggangan.

9) Seperti itulah hidup. Ada yg gagal di tahap awal, msh bisa mengulang prosesnya. Tapi yg gagal di ujian akhir, gosong di panggangan, dibuang.

10) Hanya yg sdh lewati ujian akhir terberat dlm panggangan yg dihias dgn cantik & dihargai dgn nilai yg berkali-kali lipat dari nilai bahannya.

11) Jadi kalau merasa sdg diputar2, dipukuli bertubi2, dibanting. Bersabarlah, itu tandanya sdg diproses menjadi lbh lembut sprti adonan roti

12) Kalau merasa didiamkan, dikucilkan, bahkan seperti ditutup dgn kain basah yg pengap. Itu tandanya sdg dlm proses berkembang, seperti roti.

13) Kalau merasa dipotong, dicabik, digilas… Itu tandanya sedang dibentuk menjadi individu yg unik. Seperti roti yg beraneka macam bentuk.

14) Klo merasa “panas”… Bersabarlah, krn setelah itu akan lbh berkembang lagi & dihiasi dgn topping yg cantik. Nilaimu akan lbh tinggi lagi.

15) Oke, itulah tadi “sarapan roti” pagi ini. Selamat menikmati…. |

 

Silakan dibagi kalau terasa enak :)

BMC

Business model canvas

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan sebuah bisnis yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen2 kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan hal tersebut adalah:

  1. Customer segments
  2. Value proposition
  3. Channel
  4. Customer relationship
  5. Revenue stream
  6. Key resource
  7. Key activities
  8. Key partners
  9. Cost

business-model-canvas1

 

 

 

 

 

 

Contoh :

businessmodel

Hidup itu berputar

IMG_9747282660116

Protected: No Title

This content is password protected. To view it please enter your password below:

It just a matter of practice …

When I’m saying “Practice”, what does it mean? I would say:

  • Practice is a habit.
  • Practice is a routine.
  • Practice does not need to remember.
  • Practice comes by practicing.
  • Practice needs dedication and commitment

Software development is also not different than other skills like shooting, writing or driving. To become a successful software developer you need lot of practice, dedication and commitment. Good luck bro….

www.tutorialspoint.com

The Process of Decision Analysis

The Process of Decision Analysis

1. Identify the problem

2. Identify objectives and alternatives

3. Decompose and model problem :

  • Structure the problem
  • Model uncertainty
  • Model preferences

4. Choose the best alternative

5. Do sensitivity analysis

6. If no further analysis is required, implement the chosen alternative

 

 

Waterfall Model

 

Waterfall_model_(1).svg

Waterfall model is one of famous software engineering method. It was introduced for the first time by Winston W. Royce. It is a sequential  design process, in which progress seen as flowing steadily downward (like a waterfall) through the phases of Conception, Initiation, Analysis, Design, Construction, Testing, Production/Implementation, and Maintenance.

In Royce’s original waterfall model, the following phases are followed in order:

  1. Requirements specification
  2. Design
  3. Construction (implementation or coding)
  4. Integration
  5. Testing and debugging
  6. Installation
  7. Maintenance

Thus the waterfall model maintains that one should move to a phase only when its preceding phase is completed and perfected.

As long as I live

the naughty fun in your eyes,
the carefree forwardness of your eyes,
the wavey stretching of your hair,
I’ll not forget, as long as I live..

your leaving hand from hands,
your turning away from the shadows (of mine),
your not turning back to see,
I’ll not forgive,
as long as I live.
as long as I live..

your dancing freely in rains,
your getting angry on small things without reason,
your small, childish mischieves,
I’ll love them all,
As long as I live, As long as I live..

Your false promises,
your burning dreams,
your heartless wishes,
I’ll hate them all,
As long as I live, As long as I live..

Jab Tak Hai Jaan The Poem

 

 

Proudly powered by WordPress
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.